sikap remaja pada masa modern

SIKAP REMAJA PADA MASA MODERN

   
  Remaja adalah seseorang yang tumbuh menjadi dewasa mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik. Dimana remaja mempunyai rasa keingintahuan yang besar dan sedang mengalami proses perkembangan sebagai persiapan memasuki dewasa. Sebelum memasuki tahap remaja disebut Pra remaja adalah usia diantara 10 sampai 14 tahun yang merupakan peralihan dari masa anak-anak menuju tahapan sebelum dewasa.

  Yang tergolong sebagai remaja adalah yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa. Klasifikasi remaja ada 3 tahap yaitu a.Remaja awal (usia 10-14 tahun) b.Remaja pertengahan (usia 15-17 tahun) c.Remaja akhir (usia 18-21 tahun). Ciri-ciri pubertas pada perempuan yaitu Mengalami menstruasi pertama, timbul jerawat, tumbuh payudara, tumbuh rambut di bagian tertentu, perubahan suasana hati, perumbuhan fisik, bau badan. Pubertas pada laki-laki yaitu perubahan ukuran kemaluan, mimpi basah, prubahan bentuk tubuh, perunahan pada suara, tumbuh bulu di beberapa area tubuh, berjerawat, perunahan bau badan.

  Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa  dewasa, dimana pada masa ini terjadi pertumbuhan yang pesat termasuk fungsi reproduksi  sehingga mempengaruhi terjadinya perubahan-perubahan perkembangan, baik fisik, mental, maupun peran sosial. Ada banyak ciri-ciri remaja pada umumnya yaitu suka membantah/menentang/berontak, suka berimajinasi, cenderung pendapatnya merasa benar, rasa ingin tahu yang sanagt besar, banyak kemauan, suka diperhatikan dan diakui perannya, masa mencari jati diri, selalu ingin dituruti kemauannya.

  Tanda awal saat remaja adalah Mengalami tanda seksual sekunder hingga kematangan reproduksi. Mengalami perubahan fisik dan perilaku sesuai dengan jenis kelamin. Mulai merasakan, mengendalikan, dan juga mengarahkan dorongan seksual. Perubahan nilai yang dianggap penting dan tidak penting. Ada beberapa masalah yang sering terjadi saat remaja yaitu Penampilan ( hal-hal yang terjadi di masa remaja dan berpotensi menimbulkan permasalahan adalah perubahan penampilan). Akademis, Depresi, Komunikasi dengan orang terdekat, Bullying atau perundungan, Percintaan, Kecanduan gadget, Rokok minuman keras dan obat obatan terlarang. Biasanya masalah ini banyak terjadi dikarenakan pergaulan bebas.

  Lingkungan sosial juga berperan wahana pendidikan non formal dalam terciptanya sikap remaja dalam bergaul dan berkomunikasi. Lingkungan sosial juga bisa menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi seseorang atau kelompok untuk dapat melakukan sesuatu tindakan-tindakan dan perubahan perilaku masing-masing individu.  Salah satu contoh sikap positif pada remaja adalah mandiri. Di masa modern ini, kebanyakan remaja lupa membiasakan sikap mandiri di kehidupan mereka. Sikap mandiri adalah sikap yang tidak bergantung pada orang lain dan gigih dalam mencari jalan keluar dari permasalahan yang di hadapi. Kemandirian harus di latih sejak kecil. Makanya, penerapan sikap mandiri harus di lakukan di sekolah, rumah, maupun masyarakat.

 


  

  Banyak kasus remaja sekarang ini yang sering kita jumpai antara lain merokok dibawah umur, Konsumsi alkohol, ikut serta dalam tawuran seperti tawuran antar geng motor, antar perguruan persilatan, pembullyan dan masih banyak lagi tawuran yang dilakukan remaja sekarang ini. Kembali lagi semua terjadi dikarenakan pergaulan bebas atau bersosialisasi terlalu luas, dengan dimulai dari pertemanan lama kelamaan rasa ingin tahu atau penasaran akan mencoba hal-hal tersebut.

  Melainkan pertemanan media sosial juga dapat memberi dampak negatif yaitu merusaknya kesehatan mental, memberi penyebaran hoaks, hingga keamanan data pribadi. Ada beberapa cara yang bijak saat menggunakan media sosial caranya adalh menjunjung tinggi etika dalam berkomunikasi, selektif dalam menyebarkan informasi, tidak menyebarkan rahasia pribadi ke publik, bijak dalam mengatur waktu online, jangan lupakan hak cipta, hati-hati menyebarkan data pribadi.

  berikut kasus video pembullyan yang terjadi di cilacap, indonesia:


  video diatas adalah kasus pembullyan terhadap siswa smp di cilacap, indonesia. cara mengatasi atau  mencegah kenakalan remaja yaitu tanamkan nilai-nilai baik sejak dini. Beri tahu konsekuensinya atau memberi tahu dampak buruk yang akan terjadi setelah melakukan hal buruk, jaga komunikasi tetap terbuka, dorong anak untuk mengikuti kegiatan positif, memilih teman untuk memberikan hal yang positif kepada kita, bersikap dengan tegas dengan anak jangan terlalu manjakan anak ajarkan anak mandiri sedari kecil agar ketika sudah memasuki tahap remaja dan dewasa tidak memiliki sifat yang manja.

DAFTAR PUSAKA:
JURNAL:"Pengaruh Lingkungan Sosial Dan Sikap Remaja Terhadap Nilai", BUKU: " Penguatan Pendidikan Karakter"




Komentar